Malam itu begitu meriah.Gema takbir mengagungkan Sang Maha Pencipta terdengar di seluruh penjuru dunia.Semua manusia bersuka cita menyambut hari kemenangan ini dan seolah menjadi sebuah ungkapan syukur tiada tara kepada Sang Maha Pencipta atas nikmat,karunia serta anugerah yang begitu besar.
Suara gema takbir kemenangan itu juga terdengar di sebuah mushola kecil di sebuah desa kecil dan terpencil.Itulah mushola dekat rumahku.Sebuah mushola dengan bangunan yang jauh jika dikatakan dengan layak.Namun itulah mushola dekat rumahku.Markas pertemuan dari para generasi penerus bangsa.Atau bahkan generasi yang mungkin akan merepotkan bangsa ini.

1
Markas.Mungkin aneh dan akan timbul pertanyaan.Sebutan markas kenapa saya sematkan pada mushola itu.Karena disanalah kami,aku dan teman-teman malamku serta teman lebaranku,para generasi penerus bangsa,,berkumpul untuk sekedar melepas kerinduan dan mengumandangkan takbir serta ungkapan syukur kami.Sudah bertahun-tahun bahkan belasan tahun mushola itu menemani kami bertumbuh.Ketika kecil,mushola itu menjadi tempat kami belajar mengaji dan ilmu agama.Ketika kami remaja,mushola itu menjadi pelarian dan pengaduan saat masalah datang mendera.
Dan ketika kami dewasa,mushola ini menjadi tempat kami menangis dan menengok kenangan ketika kami kecil dan bermimpi dengan indahnya.Namun banyak dari kami tidak dapat mewujudkan mimpi itu.Mimpi yang kami rajut sejak kecil.
Keadaan kami sekarang sudah jauh berbeda dengan impian indah kami.Aku menjadi manusia pengangguran berkedok mahasiswa yang semakin memberatkan beban pemerintah.Beberapa temanku menjadi buruh pabrik yang bekerja tiada henti siang dan malam.Beberapa bahkan hanya berlibur tepat saat libur lebaran saja.Seorang temanku ada pula yang menjadi seorang pemabuk kelas tinggi dan pembuat onar.Sang penjahat dari kampung.Seorang bahkan memutuskan menjadi seorang pemuas nafsu para pencari kenikmatan dunia.Seorang gay.Sekali lagi gay.Namun tidak semuanya menjadi manusia berguna.Beberapa orang menjadi pekerja kontraktor dan menghasilkan uang yang mampu dibanggakan.
Dan di malam kemenangan tahun ini,kami memutuskan kembali mengenang masa indah kami.Berkumpul dan menyaksikan indahnya bintang di langit saat malam kemenangan ini.Ikut serta mengumandangkan takbir yang agung.
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar
Dan biarkan gema takbir itu menggema di mushola ini.Menggema pula di hati kami.Mungkin hari ini kami tidak menjadi manusia yang baik menurutmu,Ya Allah.Itulah pilihan kami dan yang dapat kami lakukan saat ini.Namun esok,lusa,bulan depan atau tahun depan,kami tidak tahu akan jadi apa diri kami.Yang dapat kami lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk hari ini.
Terima kasih,Ya Allah.Engkau telah berikan aku mereka ke dalam kehidupanku.Aku yakin mereka adalah manusia pilihanmu yang Engkau berikan khusus dan terbaik untuk Kau berikan padaku.Meskipun mereka bukan yang terbaik untukku,aku masih yakin bahwa aku harus mengenal dan memahami mereka sebelum akhirnya Kau pertemukan aku dengan manusia yang benar-benar terbaik untukku.
Dan untuk kalian,teman-teman malamku dan teman lebaranku.Selamat Jalan.Aku akan merindukan kalian.Sampai jumpa tahun depan.Di saat yang sama namun pribadi yang berbeda.Ya.Saat Malam Kemenangan seperti ini.Malam dimana Takbir menggema di seantero dunia.
Sekali lagi.
TERIMA KASIH,YA ALLAH.
TERIMA KASIH,TEMAN-TEMAN MALAMKU DAN TEMAN LEBARANKU